Kondisi Pendidikan di Indonesia dari Tinjauan Psikologis

                                                                                                              
                                                                                                              
 Nama               : Maylika Rusmardiana

 NPM                 :10521824

Mata Kuliah     : Psikologi Pendidikan

Assalamualaikum wr.wb saya Maylika Rusmardiana dari kelas 1PA26

Kondisi pedidikan saat pandemi seperti sekarang memanglah banyak tantangan seperti metode pembelajaran yang sudah berbeda mengharuskan dari pihak guru, murid, dan orang tua sebagai pendamping harus mengubah kebiasaan belajar daring yang dilaksanakan di rumah dengan teknologi yang memang sudah maju tapi tetap kita harus beradaptasi dengan kehidupa yang baru di masa pandemi.

Berikut sendiri yang di ungkapkan oleh kemendikbudristek diamana ada tantangan yang berbeda dengan pendidikan di masa pandemi:

"Pembelajaran daring menjadi tantangan bagi dunia pendidikan dengan situasi Indonesia yang memiliki ribuan pulau. Bagaimana teknologi dapat digunakan, bagaimana penyediaan akses internet pada daerah-daerah terpencil dimana barang elektronik tanpa akses internet pun masih menjadi suatu kemewahan. Ini merupakan tantangan bagi semua pihak, saat ini kita harus bekerja keras bersama bagaimana membawa teknologi menjawab permasalahan nyata yang terjadi pada mahasiswa dan pelajar yang kurang beruntung dalam hal ekonomi maupun teknologi yang berada di daerah-daerah terpencil,” ungkap Nizam.

Source: "https://dikti.kemdikbud.go.id/kabar-dikti/kabar/tantangan-dunia-pendidikan-di-masa-pandemi/"

Dari ungkapan pihak kemendikbudristek bisa kita simpulkan bahwa tidak semua pelajar di Indonesia mendapatkan kelayakan dalam pembelajaran daring tersebut , dari minimnya internet akses sampai ketidak pemilikan alat elektronik untuk media pembelajaran seperti telpon genggam atau komputer pribadi , dan juga keterbatasan dalam membeli kuota untuk mengakses internet karena ketidakstabilan kondisi keuangan keluarga.

Disamping itu kita juga harus melihat keunggulan dalam pembelajaran daring tersebut  dapat melatih pelajar di Indonesia lebih mandiri dalam berfikir dan meunjang kreativitas yang tinggi tanpa batas dalam media pembelajaran, bahkan tidak sedikit yang menggunakan media instagram mengunggah tugas dimana di aplikasi tersebut bisa di akses hal layak ramai dan orang lain juga mendapatkan informasi yang edukatif juga bisa berfikir secara luas dari unggahan materi pelajaran tersebut.

Kita juga harus memikirkan kondisi  psikologis pelajar di masa pembelajaran daring, tak sedikit dari mereka yang terganggu mental health-nya seperti dari kutipan yang saya ambil dari BBC NEWS INDONESIA .

Bosan, kesepian, hingga stres dirasakan sejumlah pelajar selama proses pembelajaran jarak jauh (PJJ). Pada kasus-kasus ekstrem, depresi anak selama pandemi diduga berujung pada kasus bunuh diri, menurut catatan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). - kutipan yang di ambil dari bbc news indonesia.

Berita tersebut juga di kutip darai catatan KPAI, banyak keluhan dan perasaan tidak nyaman yang dirasakan banyak pelajar di indonesia ,  banyak pelajar di indonesia mengalami anxiety disorder karena rasa ketakutan yang berlebih disebabkan dari menyendirinya pelajar tersebut di dalam rumah yang sudah lama tidak bertemu teman-teman jadi takut jika berada di keramaian dan merasa cemas juga gelisah bahkan sampai ada yang memilih menjadi anti sosial karena ketakutan akan pandemi yang sedang berlangsung.

Kalau saya lihat dari pengalaman saya para pendidik/guru banyak yang tidak mementingkan pemahaman dari semua murid bahkan teman saya ada yang mengalami learning disabilities selama pembelajaran daring dia tidak paham di segala aspek dan memilih untuk mencontek dari teannya padahal tidak ada masalah dengan kekuatan intelektualnya, mengalami learning disabilities juga salah satu faktornya lingkungan yang kurang menguntungkan , ketika belajar dari rumah melalui media daring banyak yang merasa bahwa lingkungannya terlalu berisik untuk belajar sehari-hari.

Saya berpendapat bahwa alangkah baiknya para pendidik mementingkan keadaan mental murid/mahasiswa, dengan beban yang banyak dan keterbatsan dalam mengaksesi segaka aspek di kondisi pandemi seperti ini adalah hal yang sangat menyiksa mental, walaupun sudah banyak kontribusi dari pemerintah sebagai penunjang pendidikan daring.

TAPI APAKAH PENDIDIK SANGAT MEMENTINGKAN PSIKOLOGIS DALAM MENDIDIK ?

Sekarang media massa sudah luas tak sedikit mahasiswa/ siswa mengeluh di media massa yang sekarang menjadi trand mengeluh di sosial media, kita bisa simpulkan bahwa keadaan pelajar pada masa pandemi ini tidak stabil, peran pendidik bagaimana agar keadaan kejiwaan pelajar bisa di kendalikan agar tidak beban berlebih, dan keadaan anxiety di indonesia yang berakhir bunuh diri yang dikutip dari BBC NEWS bisa di minimalisir itulah yang harus di perhatkan untuk sekarang dan masa yang akan datang, Terimakasih.

Wassalamualaikum wr.wb.



 

Komentar